Selasa, 13 November 2012
Sekilas ajah: Profil Puskesmas Gajahan Surakarta
Rabu, 21 Desember 2011
SOP Penanganan Atonia Uteri
A. PENGERTIAN
Asuhan yang diberikan pada saat terjadi perdarahan segera setelah plasenta lahir lebih dari 500 cc karena tidak ada kontraksi uterus
B. TUJUAN
Agar perdarahan berhenti dan kontraksi uterus keras dengan sedikit mungkin melakukan intervensi namun tetap menjaga keamanan proses penghentian perdarahan tersebut.
C. KEBIJAKAN
Perdarahan dihentikan dengan memasukkan kepalan tangan ke dalam uterus sampai uterus berkontraksi dengan baik kembali. Setelah itu ibu dalam keadaan sehat.
D. PETUGAS
Bidan
E. PERALATAN
1. Infus RL
2. Oksitosin
3. Kateter nelaton
4. Penampung urin
5. Methyl ergometrin
6. Kain alas bokong
7. Sarung tangan panjang
8. Sarung tangan pendek
9. APD
10. Larutan desinfektan
F. PROSEDUR
1. Periksa kontraksi uterus
2. Evaluasi bekuan darah
3. Kompresi bimanual interna (KBI) maksimal 5 menit
4. Pertahankan KBI selama 1-2 menit
5. Ajarkan keluarga melakukan Kompresi bimanual eksterna (KBE)
6. Keluarkan tangan secara hati-hati
7. Suntikan metyl ergometrin 0,2 mg IM
8. Pasang infus RL + 20 IU Oksitosin guyur
9. Lakukan KBI lagi
10. Periksa kontraksi uterus kembali jika sudah berkontraksi lakukan pengawasan kala IV jika belum berkontraksi siapkan rujukan dengan melanjutkan pemberian infus + 20 IU Oksitosin minimal 500cc hingga mencapai tempat tujuan. Selama perjalanan dapat dilakukan kompresi aorta abdominalis atau KBE
sebagai ibu bidan yang kompeten,, wajib tau niiicchh,,,
Senin, 12 Desember 2011
SOP PENANGANAN HIPOGLIKEMI PADA BAYI BARU LAHIR
1. RUANG LINGKUP
Hipoglikemi adalah keadaan hasil pengukuran glukosa darah kurang dari 45 mg/dL (2.6 mmol/L). Hal ini sering terjadi pada BBLR karena cadangan glukosa rendah.
2. TUJUAN
Mencukupi kebutuhan glukosa pada BBL
3. KEBIJAKAN
3.1. BBL dengan hipoglikemia mendapatkan penanganan secepatnya
3.2. Prognosis bayi menjadi lebih baik
3.3. Mencegah terjadinya kegawatan (kejang dan hipoksi otak)
4. PETUGAS
Perawat dan bidan puskesmas
5. PERALATAN
5.1. Alat pengukur glukosa darah
5.2. Cairan infus Glukosa 10%
5.3. Peralatan memasang jalur IV
5.4. Pipa lambung dan peralatan memasang pipa lambung
6. PROSEDUR
6.1. Jika bayi tidak aktif:
6.1.1. Jaga bayi agar tetap hangat
6.1.2. Berikan Glukosa 10% 2mL/kg secara IV bolus pelan dalam lima menit.
6.1.3. Jika jalur intravena tidak dapat dipasang dengan cepat, berikan larutan Glukosa 10% melalui pipa lambung dengan dosis yang sama.
6.1.4. Berikan infus glukosa sesuai kebutuhan rumatan (4-6 mg/kg BB/ menit)
6.1.5. Bila bayi sudah dalam kondisi stabil, lakukan rujukan ke Rumah Sakit dengan cepat aman dan benar.
6.2. Jika bayi aktif:
6.2.1. Anjurkan ibu menyusui. Bila bayi tidak dapat menyusu, berikan ASI perah dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum.
6.2.2. Pantau tanda-tanda klinis bayi akan adanya kegawatan (kejang, sianosis)
7. REFERENSI
Direktorat Bina Kesehatan Keluarga. 2008. Paket Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Jakarta: Depkes RI
lain kali lanjut lagi yaaaaa,,,












