Tampilkan postingan dengan label surakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label surakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Kirab Malam Satu Suro (Kirab Kebo Bule) di Surakarta


Uwaaaoowww,, what’s app bro and sist?? Apa kabar semuanya?


                Well, kali ini gue pengen share pengalaman unik gue. Kebetulan satu suro kemarin jatuh di tanggal 15 November 2012, jadi malamnya itu ada acara yang udah nggak asing lagi bagi warga Kota Solo yaitu Kirab Malam Satu Suro atau biasa disebut Kirab Kebo Bule. Waktu itu, gue beruntung banget soalnya gue pas lagi jaga malem. Jadinya, si kebo tuh pasti lewat di depan tempat kerja gue yaitu di Puskesmas Gajahan Surakarta yang letaknya di Jalan Veteran. 

                Gue langsung kegirangan soalnya ini emang baru pertama kalinya, seumur hidup gue, gue nyaksiin secara live #gilaak kayak konser Suju aja, si kebo-kebo itu lewat. Biasanya sih gue cuma nonton tayangannya di televisi aja. Tapi ternyata, antusias warga Kota Solo saat itu besar banget. Buktinya, dari kakek nenek, bapak ibu, remaja cowok cewek, bahkan sampai anak-anak pun rela enggak tidur cuma mau nungguin si kebo lewat #gue salut banget #applause

                Daripada lihat dari emperan puskesmas gue, gue membaur tuh sama masyarakat yang jumlahnya bejibun dan duduk-duduk manis di jalan raya #aksi ini baru pertama kali gue lakukan. Soalnya kalo dari kejauhan, yang kelihatan hanya sekerumunan warga aja. Padahal nih, gue udah punya niat jadi wartawan amatiran buat nge-abadiin momen si kebo lewat pakai kamera ponsel gue. Jadinya, gue rela berdesak-desakan demi ngambil video saat si kebo lewat di depan gue #gilaak si kebo mendadak jadi artis yak.

                Gue memang bukan warga Solo asli, tapi gue seneng banget sama acara-acara begituan yang masih mengedepankan tradisi dan budaya Jawa. Apalagi acara itu kan hanya diselenggarakan satu kali dalam setahun. Biar nggak penasaran, gue mau ngasih tahu sama bro and sist semuanya yang pada belum tahu apa sih Kirab Malam Satu Suro ituw?? Tetapi sebelum gue jelasin #ceilaah kayak bu guru ajah, kita perlu tahu dulu donk sejarahnya Kirab Malam Satu Suro atau Kirab Kebo Bule itu. Berikut gue comot sejarahnya dari Fan Pagenya Kota Solo di Facebook : Fan Page Kota Solo atau Twitter: @fp_kotasolo

                Pada tahun 931 Hijriyah atau 1443 tahun Jawa Baru, yaitu pada zaman pemerintahan Kerajaan Demak, Sunan Giri II telah membuat penyesuaian antara sistem kalender Hijriyah dengan sistem kalender Jawa pada waktu itu. Waktu itu, Sultan Agung menginginkan persatuan rakyatnya untuk menggempur Belanda di Batavia, termasuk ingin “menyatukan Pulau Jawa”. Oleh karena itu, beliau ingin rakyatnya tidak terbelah, apalagi disebabkan karena perbedaan keyakinan agama. Sultan Agung Hanyokrokusumo ingin menyatukan kelompok santri dan abangan, maka pada setiap hari Jumat Legi, dilakukan laporan pemerintahan setempat sambil dilakukan pengajian yang dilakukan oleh para penghulu kabupaten, sekaligus dilakukan ziarah kubur dan haul ke makam Sunan Ngampel dan Sunan Giri. Akibatnya, 1 Muharram (1 Suro) yang dimulai pada hari Jumat Legi ikut-ikut dikeramatkan pula, bahkan dianggap sial kalau ada orang yang memanfaatkan hari tersebut di luar kepentingan mengaji, ziarah, dan haul. 

1 Suro menurut orang Jawa menandai bergantinya Naga Dina dan Naga Tahun, yakni berubahnya sifat dan karakter kosmis, berserta dunia gaib, yang secara langsung diyakini mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Orang Jawa melengkapi ritual kehidupan tersebut sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Maha Tinitah, yang diyakini sebagai Dzat Suci yang memberi hidup dan menghidupi. Oleh sebab itu, pergantian tahun adalah terjadinya pergantian kosmis, yang disebut sebagai siklus Cakramanggilingan. Kehidupan diasumsikan berputar silih berganti seperti berputarnya roda. Ada saat zaman keemasan (age d’or), ada saat juga zaman mengalami masa kegelapan/kalabendu (age d’sombre). Di zaman yang bergulir itulah manusia harus selalu eling (ingat) dan waspada. 

Bagi raja, sebagai rasa tanggung jawab kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya, yang telah memberikan kuasa kepadanya, maka raja melakukan kirab untuk menjenguk setiap sudut rumah warga, dengan harapan, tuah dan berkahnya dapat memasuki setiap pintu rumah-rumah penduduk. Raja beserta pusaka-pusakanya adalah manifestasi yang sama untuk mempromosikan dan menjelaskan secara simbolik antara raja dengan masyarakatnya. Di sisi lain ini adalah bentuk pengaplikasian Rukun Jawa yang kelima, yaitu Laku (Rukun Jawa antara lain: Rukun, Hormat, Halus, Asih, dan Laku). Rukun yang terakhir itulah yang dijalankan oleh orang Jawa, yaitu berjalan mengelilingi keraton tujuh kali. Di setiap pojok keraton mengucapkan puja dan puji syukur, disertai dengan permohonan-permohonan. Maka, Malam 1 Suro adalah salah satu wujud hubungan antara manusia dengan Khaliknya dalam upaya mencari keseimbangan dan keserasian hidup dengan penuh harap di tahun mendatang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Trus, apa sih Kirab Malam Satu Suro itu? Ini nih penjelasannya biar gak bingung,,, :D


                Malam 1 (Satu) Suro bagi sebagian masyarakat Jawa (khususnya) masih dianggap sakral. Terlebih jika malam satu Suro tersebut jatuh pada malam Jum’at Legi.  Berbagai ritual (atau) tradisi senantiasa mengiringi malam satu Suro. Diantaranya ada yang tapa bisu, kungkum, ataupun sekedar tirakatan dengan cara lek-lekan secara bersama-sama di pos ronda. Tradisi unik menyambut satu Suro juga ada di Kota Surakarta tepatnya di Keraton Kasunanan Surakarta. Tradisi unik yang diadakan rutin setahun sekali tersebut yakni Kirab Kebo Bule dan Pusaka Keraton.

Kebo bule atau kerbau albino ini memang binatang peliharaan Keraton Surakarta. Konon nenek moyang kerbau ini merupakan binatang kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sehingga kebo bule ini dikeramatkan, dan menjadi salah satu pusaka paling penting di Keraton Surakarta Hadiningrat. Kirab atau arak-arakan Kebo bule ini sendiri biasanya dimulai pada tengah malam. Kerbau (yang kandangnya ada di alun-alun kidul), tanpa digiring akan berjalan sendiri menuju halaman keraton.  Jika sudah begitu, berarti kirab siap dimulai.

Kebo atau kerbau bule ini sering disebut dengan kebo kyai Slamet lantaran secara turun temurun, kerbau albino ini dipercaya sebagai penunggu pusaka kyai slamet (salah satu pusaka milik keraton Surakarta yang kasat mata).  Dalam kirab malam satu Suro, kebo kyai Slamet selalu berada di barisan paling depan sekaligus bertindak sebagai cucuk lampah kirab. Di belakangnya menyusul barisan para Putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka, lampu-lampu keraton maupun obor bambu dengan mengenakan busana Jawi lengkap, kemudian diikuti oleh masyarakat Solo dan sekitarnya yang hendak menyaksikan acara kirab secara langsung.

Kirab biasanya dimulai dari halaman keraton menuju alun-alun utara, Gladak, Jl. Mayor Kusmanto, Jl. Kapten Mulyadi, Jl. Veteran, Jl. Yos Sudarso, Jl. Slamet Riyadi, Gladak, dan kembali ke keraton atau lebih kurang sejauh 3 km. Adapun kirab tersebut dimaksudkan sebagai penolak bala. 

Sumber : wisata.kompasiana.com/.../11/.../tradisi-unik-di-malam-1-suro-kirab-kebo-bule-508988.html

Sekarang udah tau kan?? Jadi tambah nih ilmunya. #wakakakak. Nah, kalo penasaran gimana sih acaranya, liat aja nih videonya si kebo yang sempet gue abadikan tanggal 15 November kemarin.


Thank you very much, Kamsahamnida, Arigatou Goaimasu, Xie xie....




               

Selasa, 13 November 2012

Sekilas ajah: Profil Puskesmas Gajahan Surakarta


Hmmm, tangan gue udah mulai gatel nih pengen ngetik lagi. Tapi kali ini gue mau ngetik masalah yang agak serius sedikit lah #lagaknya.  Jadi, enggak asal nulis gituw aja kayak misalnya pas gue lagi galau #ampuun deh. Ceritanya gini, setelah gue pikir-pikir gue kan udah setahun atau mungkin lebih sedikit ya gue kerja di tempat kerja gue. Ya,dimana lagi kalo enggak di Puskesmas Rawat Inap Gajahan Surakarta yang katanya sudah memiliki standar Poned #maksa banget sih #emang beneran udah kok. :)


Ini adalah foto Puskesmas Gajahan Surakarta yang tampak dari depan.


            Beberapa hari yang lalu nih, gue sempat googling gituw deh di internet tentang puskesmas gue. Yah, iseng-iseng gitu aja. Soalnya ya, sebelum Almarhumah Ibu Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih wafat, beliau sempat kunjungan gituw ke Puskesmas Gajahan ini, yah mungkin buat lihat-lihat gimana sih pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kota Surakarta itu #ceilaaah keselek biji kedondong.

Waktu itu beliau didampingi sama Bapak Walikota Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu masih menjabat jadi Walikota Surakarta dan Ibu Kepala Dinkes Kota  Surakarta yaitu Ibu Siti Wahyuningsih. Untung aja waktu itu gue pas shift pagi, jadi gue bisa ngikut foto-foto gituw sama beliau-beliau itu. #gila, narsisnya kumat stadium lanjut.


Momen waktu foto bersama Ibu Menkes di halaman Puskesmas Gajahan Surakarta
(gue ada di tengah tepatnya di belakang Ibu Menkes)


            Herannya sih waktu gue googling gituw, nggak banyak yang bahas soal Puskesmas ini. Cuma agak heboh aja waktu ada kasus penemuan seorang bayi laki-laki terbungkus sajadah di depan rumahnya seorang warga Joyosuran beberapa waktu yang lalu, bayi tersebut kemudian dititipin di Puskesmas Gajahan karena wilayahnya masih jadi binaan puskesmas ini. Jadi ya gitu deh, langsung masuk Solopos dot com. Tadinya gue emang cuma iseng buka internet aja, soalnya kebetulan waktu itu gue kan lagi libur. Nggak taunya puskesmas gue langsung jadi trending topic #ah, maksa banget nih. Hehee,,,


 Narsis-narsisan sama bayi temuan itu. Kira-kira sekarang kabarnya gimana ya?? Hmm... jadi kangen kamu nak :'(

            Dalam rangka HKN alias Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November kemarin, tiba-tiba muncul ide gila ini #gila?? Ampuun deh . Langsung ajah, gue mau mendeskripsikan secara singkat tentang puskesmas gue yang emang katanya sering jadi icon gituw di Kota Surakarta #maap, yang lainnya jangan ngiri ya. Sebenarnya bukan karena apa-apa sih, masalahnya itu pasiennya emang bejibun banget. Kadang sehari aja bisa sampai 200 pasien untuk pelayanan rawat jalan #wadhuuh. Terus, untuk pasien rawat inap yang kasus persalinan bisa mencapai sekitar 40 pasien dalam sebulan #apa karena ada jampersal yaak??

            Singkatnya, di Kota Surakarta itu kan ada 17 Puskesmas yang mana diantara semuanya itu ada 4 Puskesmas yang memang dijadikan Puskesmas Rawat Inap. Puskesmas itu adalah Puskesmas Pajang, Puskesmas Sibela, Puskesmas Banyuanyar dan Puskesmas Gajahan. Puskesmas Gajahan sendiri beralamat di Jl. Veteran No. 46 Surakarta. Silahkan yang mau berkunjung. Hehehee... J

            Kalo untuk pelayanan sih sebenarnya enggak jauh beda ya sama puskesmas lain, diantaranya sebagai berikut:
o   Pengobatan Umum
o   Pengobatan Gigi
o   Laboratorium
o   KIA
o   KB
o   Pelayanan Konsultasi
o   Rawat Inap (UGD dan Persalinan)

            Berikut sekilas foto-fotonya yang gue ambil waktu enggak ada pasien. Soalnya biar kelihatan bersih aja #pinter ngeles. Takutnya ntar kalo pas ada pasien dikiranya gue wartawan amatiran #glodaak

UGD


VK (Ruang Bersalin)


 Apotik


BP Umum


KIA

  
Loket


 Ruang tunggu di depan Loket Pendaftaran

            Oya, disebelah Puskesmas Gajahan juga ada juga bangunan yang rencananya akan dijadikan VK (Ruang Bersalin) dan UGD yang baru. Bangunannya cukup besar, bagus, bersih tetapi memang masih belum diresmikan sampai sekarang. Mungkin sebentar lagi ya #berharap banget

Bangunan baru yang rencananya akan dijadikan Ruang Bersalin dan UGD

            Kemudian yang terakhir adalah fasilitas Ambulance Rakyat gratis. Gue sih setuju ajah, tapi gimana ya, gue nyebutnya sih ambulance Suzzanna. Abisnya kalo dilihat-lihat memang agak serem juga kayak di film-film  horror Suzzanna tempo dulu. Ukurannya juga emang little bit jumbo sehingga kalo di jalan raya sering jadi pusat perhatian orang. Selain itu, juga susah kalo mau nyalip kendaraan lain #ambulance kan musti cepet jalannya, apalagi kalo keadaanya gadar. Jadi kesimpulannya, bisa nggak minta yang lebih kecil tapi gesit? #heheee

Fasilitas Ambulance Rakyat Gratis


             Ini memang hanya sekilas saja tentang profil Puskesmas Gajahan Surakarta bukan profil secara keseluruhan. Bila Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Puskesmas Gajahan bisa langsung datang kesini untuk sekedar bertanya kepada orang yang sekiranya lebih tau. Anda juga dapat menghubungi ke nomor telepon Puskesmas Gajahan Surakarta (0271) 654077.

            Sekian dulu ya dari gue. Mohon maap bila ada salah kata di artikel yang serba kurang ini. Thank you very much. Kamsahamnida. Muaahhh... muaaahhh... :)



 ^^Numpang narsis yah,,, wikikikikikikk^^

Senin, 12 November 2012

Edisi: Sumpah Jabatan: Dari Gue, Oleh Gue, Untuk Gue


Hari ini adalah hari yang paling penting dalam hidup gue. Soalnya peristiwa hari ini cuma, emang, dan semoga terjadi satu kali dalam hidup gue. #ceilaaah keselek biji salak. Yup, bener banget gue mau ijab kabul #bujuuuhh busyyeeeettt. Eits..., ralat ya, hari ini emang gue mau ngucap sumpah sehidup semati tapi bukan mau ijab kabul. Sehidup sematinya sama negara #applause, tumben kagak error. Jadi tepatnya, hari ini gue mau sumpah jadi seorang Pegawai Negeri Sipil. #yeeee #pake backsoundnya Separuh Aku, eh Indonesia Raya.
            Pagi hari sebelum berangkat, gue udah dandan cantik banget.#maklum muke pas-pasan biar ada yang ngelirik kali. Abis itu,,, seeet gue ngambil baju korpri trus langsung ngaca #lumayanlah kayak udah 3 tahun lebih tua. #busyeet dah. Beda banget kalo gue pake kaos yang ada gambar angry birds nya. o.O #confuse look. Tapi, blm berhenti disitu masalahnya. Kembali gue nyari rok gue. Gila..!!! Berapa bulan gue kagak pake rok abis kecelakaan yang menimpa gue sebulan yang lalu. Emang sih, gue udah enggak pede lagi kalo pake rok pendek gitu gara2 ada “scars” di kaki sebelah kiri gue, yah bisa dibilang nama ndesonya tu bekas koreng #bwahahahahaa.
            Pagi itu jalanan cukup ramai, jadi gue agak ngebut #emang kagak kapok ya! Untung aja enggak terlambat #bisa2 ntar disuruh push up. Abis tiba di balekota Surakarta kita disuruh baris upacara. Hadeeeehhh....kalo upacara gini jadi keinget masa SMA gue yang indah. Hahaha... #lebay  tingkat dewa. Dulu mah, bisa mandangi cowok keren. Sekarang mah, cowok disini usianya pada kepala 3 semuanya. #sabaaarrr,, sabaarrr. #ngelus pantat eh ngelus dada maksudnya.
            Sebelum upacara, gue sama temen-temen gue sempet foto-fotoan, narsis-narsisan gitu. Maklumlah, ni peristiwa kan cuma sekali seumur hidup. Jadi, gak papa donk sekali-sekali. #membela diri
 Masih juga ya bergaya sok imyut di tengah usia yang udah menginjak kepala 2.. #gue masih 17 th kok!!


 Ini gue sama temen-temen gue.


  Charlie angels in action #ceilaaahh



 Cepetan motretnya,, sebelum ketahuan sama Pak Walikota


            Yang bikin gue eneg itu cuacanya bener-bener gak bersahabat. Panas banget kayak di padang gurun Sahara #bisa-bisa gue dehidrasi berat nih #kagak ada tukang asongan yang lewat yak? #bujuh buneeng. Lagian, dari tadi juga upacaranya enggak cepet dimulai. Gue udah kayak cacing kepanasan nih. Apalagi itu kaki pegel banget. Emang enak apa pake sepatu pantuvel. #biasanya sih gue suka pake yang serba karet gitu. Berhubung ni acara resmi jadi akhirnya #jeng jeng# dikeluarin deh sepatu yang ada di kardus bertahun-tahun itu. #oh my gosh
            Akhirnya upacara pun dimulai. Bagian paling menegangkan itu pas ngucap sumpah jabatan. Berasa muka-mukanya udah nggak serius lagi, tapi dua rius atau mungkin tiga rius. Kalo bagi gue sih, yang paling menegangkan justru pas nyanyi Himne Pamong Praja #emang mau jadi Satpol PP ya bu? #bukan gila! Muke gue emang pantes apa bawa pentungan!! Emang judul lagu dari sononya kayak gituw!! Soalnya ni lagu nadanya tinggi banget, takut kepleset aja. #Maklum suara dari sononya emang udah pas-pasan banget. 
            Untung aja nih pas lagi pidato-pidato pak walikota gitu, gue udah kenal sama orang-orang sebelah gue. Setidaknya gue gak mati gaya atau berbasa-basi buat bicara. Eits,, pandangan gue tertuju sama orang tambun di depan gue. Rupanya itu temen deket gue. Namanya si Udin. Dasar, emang bener ya tu pepatah, kuman diseberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata enggak tampak. Pantesan, badannya segedhe gajah gitu kok gue dari tadi kagak nyadar. Atau emang mata gue ya yang udah mulai rabun ya.
Nah, sebelumnya gue mau cerita soal si Udin ini. Namanya memang Udin. Nama panjangnya Udiiiiiiiiinn. Ya, herannya orang tuanya ngasih nama kok pendek banget #mungkin biar nggak lupa kali ya. Dia udah punya istri dan seorang anak. Istrinya cantik banget, anaknya juga ganteng dan putih mirip ibunya #untung enggak mirip bapaknya #digampar sendalll #ngibriiiittt. Kalo dari wajahnya emang mirip banget sama tokoh kartun dari Jepang Nohara Shinozuke alias Sinchan. Cuma, ada kelebihan yang patut disyukuri oleh si Udin ini. Jadi emang dari sana-Nya ya kali kalo kita liat wajahnya, kagak pernah cemberut, marah, jutek. Adanya cuman senyuuuum aja. Emang tu berkah banget buat dia. Jadi kalo mandangin mukenya, bawaannya pengen ketawa mulu.
Lain lagi dengan temen gue yang juga baris di depan gue. Namanya Phian. Kalo dibandingin sama si Udin tadi si Phian ini adalah kebalikanya. Orangnya cakep, putih, suka tersenyum dan banyak bicara. Tapi tingginya cuma sepundak gue #langsung ilfill. Hahaaa..:D. Jadi ditengah pidato pak walikota yang lumayan agak panjang dan menjenuhkan #ups# gue sempet ngobrol ama dia. Entah kenapa, gue jadi inget ma seseorang kalo lagi ngobrol ma si Phian ini.
  Singkatnya, gue curhat dikit ya, waktu gue SMA dulu gue pernah kenal dekaaattt banget sama cowok namanya Budhi. Dia tu cowok yang cakeeeep banget. Tapi, kalo urusan cakep mah di sekolah gue juga bejibun kali. Tapi, dia tu beda. Dia tu pinter, smart, lucu. Yang paling gue inget tu tulisannya yang kayak cakar ayam. Jelek banget. Waktu itu, kita sering tukeran buku catatan karena gue tau dia cowok yang pinter. Waktu itu dia ranking tiga dan mau tau juara kelasnya? #mbenerin kerah baju #kagak sombong lho gue.
Anehnya, mayoritas cowok keren dan populer di sekolah gue tu bawanya Moge, tapi demi apaaaaahhhh,,,,dia hanya naik bus kota aja, ciyuuuuussss?? Bener-bener dah udah bikin hati gue deg-deg sir langsung pingsan dan masuk rumah sakit jiwa. Lho?. Terus, waktu pulang sekolah angkot gue tu lewatin terminal tempat dia nunggu bus #jaman itu emang gue masih naik angkot. Ternyata buseet...., cuma dia doank anak sekolah yang mukanya kagak muka warteg.*ups*
 Kembali ke pispot, kembali ke si Phian tadi ya. Jadi gini, si Phian ini alumni satu kampus sama si Budhi di tahun yang sama. Otomatis, dia kenal juga sama si Budhi. Itu dia yang bikin gue sering flashback ke masa lalu yang pahit dan getir. #ceilaaahh. Kampusnya tu lumayan bergensi banget di negara ini, jadi gue saranin aja si Phian ini buat cari kerja lain daripada cuma di kantor kelurahan ngetik undangan. Well, gue emang orang yang sifatnya enggak mau itu sekolah sulit2 tapi dapetnya itu-itu aja. Pernah nggak lihat film Negeri 5 Menara? Ya, mungkin seperti itulah.
Lama gue ngobrol ma dia. Tiba-tiba hape gue bunyi. Ternyata ada SMS masuk. Tumben pagi-pagi ada yang sms gue, pikir gue. Trus ditengah pidato Pak walikota #maap jangan dicontoh ya, gue buka tu sms. Bujuuuhh busyeeett... !! Ntu sms ternyata dari si Udin yang duduknya sebelahan sama si Phian. Gue tonjok langsung tu punggungnya si Udin, dia cuma nyengir nahan tawa. #ngerasa berdosa banget kalee buka hape waktu pak walikota pidato #lebay tingkat mbahnya dewa. Sialaaaann banget, gue kira itu SMS urgent banget. Emang sih, SMS paling urgent buat gue itu cuma dari operator yang ngingetin gue supaya isi ulang pulsa. #maklum gue emang ijo lumut, Ikatan Jomblo maLu2 kaya marMut.
Enggak berapa lama sih, SK (Surat Keputusan) gue #sambil bergaya puppy eyes# udah ditangan gue.# dua tahun maaak ni nunggu cuma buat dua lembar kertas ini doank. Terus abis ini kemana yaakk?? Kemana yaaakk?? Oia, ke bank langsung ya, buat nggadain SK biar dapet utangan gitu. Yah, buat beli kayak anak muda sekarang yang pada doyan dolanan tablet. Gue mah punyanya tablet sakit kepala sama sakit mencret  #bwahahahahaaa. Eits, bisa2 nie gue dipecat jadi anak sama emak gue gara –gara kuwalat #ampyun deh maaakk.
Yang terakhir nih, peristiwa yang gue alamin juga terbilang unik banget. Jadi, SK yang tadi udah dikasih sama Pak Wali gue taruh di tempat minum bagian depan yang biasa ada di motor matic. Jalanan pas waktu itu sepi banget, jadi gue agak ngebut. Eh, ditengah jalan SK gue terbang ketiup angin. Untung aja nih, gue masih sodara sepupuan sama Spiderman. #gubraakk  Jadi , HAP... gue langsung tangkep tu 2 lembar kertas dengan gaya ‘laba-laba lagi njepit’ #emang dasaar. Trus gue masukin tu kertas berharga gue ke dalam tas gue #kenapa engga dari tadi ya? Tadinya sih, emang mau gue masukin ke situ, takutnya ntar malah kelipat-lipat. Tapi, untung deh kagak jadi kocar-kacir di jalanan.

Nah itu sedikit sharing cerita dari gue pas gue mau sumpah jabatan di Balaikota Surakarta . Semoga menghibur kalian semua. Kamsahamnida....